Saturday, June 5, 2010

knapa Qta tidur?

Q adalah org yg paling seneng tidur...
daripada blajar, mending buat tidur...
daripada nonton sinetron yg episodenya mpe ratusan, mending tidur....
daripada gila, mending tidur....

Tidur adalah keharusan yg harus dilakukan.. (halah)
tapi kita sendiri nggak ngerti, knapa Qta butuh yg namanya tidur....
menurut yg Q baca di situs National Geographic Indonesia, manusia hampir menghabiskan sepertiga hidupnya untuk tidur......
Gimana jadinya kalo Qta nggak tidur....


Ada sebuah penyakit yang bernama fatal familial insomnia (FFI). Penyakit ini mengakibatkan Qt tidak dapat tidur. Mula-mula tidak bisa tidur siang, kemudian tidur malam mulai berkurang, sampai akhirnya Qt tidak dapat tidur sama sekali. Sindrom ini umumnya menyerang ketika penderita berusia 50-an, biasanya berlangsung sekitar satu tahun, dan seperti terlihat dari namanya, selalu berakhir dengan kematian.

FFI merupakan penyakit mengerikan, diperparah oleh kenyataan begitu sedikitnya pengetahuan kita tentang cara kerjanya. Para peneliti menemukan bahwa protein cacat yang disebut prion menyerang talamus penderita, sebuah struktur jauh di dalam otak. Talamus yang rusak itu mengganggu tidur. Namun, mereka tidak tahu mengapa hal ini terjadi, atau bagaimana cara menghentikannya atau meringankan gejalanya yang brutal. Sebelum FFI diteliti, sebagian besar peneliti bahkan tidak tahu bahwa talamus berkaitan dengan tidur. FFI sangat langka, sejauh ini diketahui hanya diidap oleh 40 keluarga di seluruh dunia. Namun, dalam satu segi, penyakit ini sangat mirip dengan insomnia: Semuanya masih merupakan misteri.

Ketidaktahuan kita tentang penyebab tidak bisa tidur ini sebagian disebabkan kita tak mengetahui kenapa kita perlu tidur. Yang kita tahu hanyalah kita merasa ada yang kurang jika tidak tidur. Dan kita tahu bahwa sekuat apa pun kita berusaha bertahan, pada akhirnya kita akan jatuh tertidur. Kita tahu bahwa setelah tujuh-sembilan jam tidur, kebanyakan dari kita akan bangun, dan 15-17 jam kemudian kita lelah kembali. Kita telah 50 tahun mengetahui bahwa tidur terbagi atas periode tidur gelombang-dalam dan tidur gerak mata cepat (rapid eye movement, REM). Pada fase REM, otak seaktif seperti saat kita bangun, tapi otot sadar dalam keadaan lumpuh. Kita tahu bahwa semua mamalia dan burung tidur. Lumba-lumba tidur dengan setengah otak terjaga, sehingga tetap dapat mengetahui keadaan di sekelilingnya di dalam air. Ikan, reptil, dan serangga semua juga beristirahat.